Bagaimana Menyajikan Laporan PTK

Penulisan laporan hasil PTK yang dilakukan oleh guru wajib untuk dibuat dengan aturan-aturan penulisan ilmiah sesuai dengan tekhnik selingkung yang disepakati. Biasanya petunjuk penulisan ini diterbitkan oleh lembaga seperti Perguruan tinggi atau Instansi DIKNAS. Akan tetapi yang perlu diperhatikan dalam penulisan laporan PTK adalah Item yang termuat dalam BAB IV tentang Hasil Penelitian dan Pembahasan. 


Langkah awal yang anda uraikan (tulis) setelah menulis judul dan nama bab (BAB IV), adalah membuat deskripsi kondisi awal. Deskripsi kondisi awal berisi uaraian tentang keadaan sebelum ada tindakan. Isi uraiannya dapat berupa data kuantitatif maupun data kualitatif. Dalam penlitian non-PTK kondisi umumnya berupa gambaran umum lokasi penelitian


Deskripsi hasil siklus I dan II berisi uraian lengkap mengenai perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, hasil pengamatan, dan refleksi. Keempat aspek tersebut telah dijelaskan secara singkat pada bagian metode penelitian khusus subbab ‘prosedur penelitian’.

Selanjutnya adalah Perencanaan tindakan atau rencana awal berisi uraian strategi pembelajaran. Secara sederhana, uraian tentang strategi pembelajaran sama dengan isi strategi pembelajaran pada Rencana Pelasanaan Pembelajaran (RPP) atau ada yang menyebutnya dengan RP (Rencana Pembelajaran) kasarnya diambil dari “SP” (Satuan Pelajaran). Bedanya adalah, jika dalam praktik atau keyantaannya di kelas rencana tersebut ada yang mengalami perubahan karena “satu dan lain hal” maka yang ditulis adalah apa adanya sesuai dengan strategi yang diterapkan. Sebagai perbandingan, maka dal;am PTK disarankan untuk melampirkan RPP. Setelah itu diuraikan pelaksanaan tindakan merupakan kelanjutan dari perencanaan tindakan. Hal-hal yang dikemukakan dalam subabab ini adalah implementasi dari strategi yang telah dijelaskan sebelumnya.

Hal terakhir adalah uraikan Hasil pengamatan yang diperoleh dari observasi. Observasi dalam PTK pada hakikatnya adalah kegiatan pemerekaman segala peristiwa dan kegiatan yang terjadi selama tindakan atau perbaikan dilaksanakan. Sebelum observasi dilaksanakan perlu ada kejelasan mengenai: jenis data yang diperlukan dalam satu siklus, indikator yang relevan yang termanivesta-sikan dalam bentuk perilaku guru dan siswa, prosedur perekaman data yang paling sesuai, pemanfaatan data dalam analisis dan refleksi (hal ini telah dibahas sebelumnya pada topik metode penelitian). Observasi dan interpretasi dapat dilakukan secara bersamaan atau terpisah.

Isi uraian hasil pengamatan dapat berupa data kuantitatif maupun data kualitatif. Data kuantitatif disajikan secara dekriptif dalam bentuk tabel distribusi frekuensi, grafik,  bagan, dan gambar. Data kualitatif diuraikan dalam bentuk essai atau triangulasi.  Sebagai contoh, perhatikan cuplikan berikut ini. Selanjutnya buatlah uraian refleksi sebagai dasar untuk melanjutkan atau menghentikan proses siklu. Rangkaian kegiatan berupa perencanaan, tindakan, dan observasi yang telah dilakukan melahirkan refleksi diri. Refleksi dalam PTK berisi uraian-uraian mengenai dampak yang ditimbulkan setelah tindakan pada siklus 1 dilaksanakan. Secara sederhana refleksi dapat diartikan sebagai evaluasi keberhasilan kegiatan. Pada bagian ini, peneliti menulis segala kemajuan/perkembangan belajar siwa.

Setelah diuraikan setiap siklus selanjutnya pada bagian berikutnya duraikan Pembahasan Tiap Siklus dan Antarsiklus yang memuat tentang Pembahasan tiap siklus berisi tafsiran terhadap temuan-temuan penelitian pada setiap siklus msupun antsarsiklus. Tafsiran tersebut dikaitan dengan teori pustaka yang telah dikemukakan pada bagian kajian pustaka. Tasfsiran juga dapat dilakukan dengan cara membandingkan dengan beberapa hasil penelitian sebelumnya yang relevan. Sebagai contoh perhatikan form berikut ini.

0 comments:

Posting Komentar