Kepergianmu

jendela menguak lebar tak kau hirau
memilih pintu yang terbuka separuh
memaksa badanmu ringkih melewatinya

"engkau deretkan senyum manis beserta bulir-bulir air mata"

meleleh luluh lantakkan garang hati
melihatmu membariskan punggung tepat di kedua bola mataku
yang nanar menatapmu hilang

0 comments:

Posting Komentar