Modernisasi

Idealnya proses modernisasi jika tidak dapat berkembang sejalan dengan perkembangan kebudayaan, maka seharusnya prosesnya tidak berjalan secara cepat. Jika tidak, maka akan menyebabkan masyarakat tidak dapat melakukan reintegrasi terhadap pola perubahan modernisasi, karena perubahan modernisasi lebih cepat dibandingkan dengan perubahan kebudayaan yang berubah secara lambat (Evolusi). Untuk menghindari hal tersebut maka harus terjadi transformasi melalui pendidikan sehingga ketertinggalan budaya tidak terjadi. Dengan demikian maka proses modernisasi berkembang dan berubah seiring dengan pola perubahan kebudayaan masyarakat.

Proses transformasi tersebut telah diajukan oleh Malinowski dalam teori fungsional tentang kebudayaan bahwa proses belajar sesungguhnya  adalah ulangan dari reaksi suatu organisme dari luar dirinya, yang terjadi sedemikian rupa sehingga salah satu kebutuhan naluri dari organisme itu dapat terpenuhi. (Koencaraningrat, Sejarah Teori Antropologi I, 1978; 170). Berdasarkan pandangan tentang belajar tersebut kemudian Malinowski merumuskan  tentang Learning Theori yang membahas tentang fungsi unsur-unsur kebudayaan yang sangat kompleks yang intinya adalah bahwa segala aktifitas kebudayaan itu sesungguhnya adalah upaya untuk memenuhi kebutuhan manusia yang berhubungan dengan kehidupannya. Kebudayaan diperoleh manusia dengan proses belajar sejak ia dilahirkan.(Koencaraningrat, Sejarah Theori Antropologi II, 1978; 75).
Pandangan inilah yang kemudian melahirkan teory Behaviorisme dalam Ilmu Psykologi.
 

Modernisasi sebagai suatu proses transformasi total  akan terjadi ditandai oleh adanya mobilitas sosial masyarakat yang semakin tinggi. Sehingga modernisasi akan sangat mempengaruhi tatanan masyarakat dan pekembangan kebudayaan masyarakat lain. Perkembangan Ilmu pengetahuan dan tekhnologi akan menyebabkan munculnya era globalisasi informasi yang tidak menutup kemungkinan terjadinya proses Difusi yaitu proses penyebaran penemuan (inovasi) keseluruhan lapisan satu masyarakat ke masyarakat lain. Difusi mengacu kepada  penyebaran unsur-unsur atau ciri kebudayaan ke kebudayaan lain (Robert, H. Leuer, Persfektif; 1993; 398). Penyebaran tersebut akan menganggu perkembangan kebudayaan yang lain. Akan tetapi sesungguhnya dari pengaruh tersebut justru disisi lain akan mengahasilkan satu kebudayaan baru. Dalam proses informasi disebut sebagai proses akulturasi yaitu pengaruh suatu kebudayaan terhadap kebudayaan lain atau saling mempengaruhi yang mengakibatkan terjadinya kebudayaan (Robert Persfektif, perubahan Sosial , 1993; 402)

Modernisasi kemudian  berkembang dan tidak sesuai dengan konteks hukum kekeramatan  yang kemudian harus disesuaikan dan dirubah kepada hukum sekuler. Unsur modernisasi kemudian mengantikan unsur lama yang datang sebelumnya. (Kroeber 1917). Dominasi Modernitas dalam hal ini kemudian tercermin dari munculnya sekularisasi terhadap kepercayaan, norma, nilai yang dianut masyarakat.

0 comments:

Posting Komentar