Berpendar

berpendar cahaya keunguan, hendak menyampaikan pesan pada biasnya, "lihatlah aku bukan pada warnaku tapi pada cahayaku".

Sejatinya diri kadang menjadi terlupa karena apa yang ditangkap oleh panca indera. Lihatlah warna ungu begitu mempesona hingga terlupa bahwa setiap orang pada dimensinya menyimpulkannya warna ungu berbeda.

Lihatlah diri, mengagumiku hanya pada batas apa yang dapat ditangkap oleh indera. itupun tak lepas dari data-data yang terkumpul dalam otakmu sebelumnya. Lalu engkau melupakan sejatinya diriku.

Disini, aku tak juga mahfum tentang sejatinya diriku. Karena batas akalku hanya pada apa yang kulihat dari pantulan cermin.
Tidak utuh pada apa yang kurasa.

0 comments:

Posting Komentar