Hati membisu, bathin merana, pikiran melayang

sajakmu telah memporak=porandakan hati
seperti air bah yang menggulung pepohonan diatas bukit berbatu
menggelindingkan bongkahan-bonkahan yang cadas
melenyapkan padang rumput hijau tiba-tiba
 
rusa bertanduk lancip itu berlarian kesana kemari
tak ada lagi rumput hijau sumber kehidupannya
seperti hati yang kini tak berpaut dengan nuranimu
tiada tempat untuk menghidupkannya lagi

kemana hati hendak bertahta kini
sementara jalan telah engkau tutup rapat dalam sanubarimu
hingga hendusan nafasmu tak lagi menerpa sukmaku
yang kini galau tak tentu arah
aku dalam kesendirian 
bathin merana
hati membisu
pikiran melayang entah kemana?

 

0 comments:

Posting Komentar