Karikatur Nabi Muhammad di Francis Memicu Reaksi Umat Islam

Kantor rdaksi Carlie Hebdo dibakar dengan menggunakan bom molotov. Pimpinan redaksinya lalu serta merta mengecam dan menuding kelompok-kelompok separatis Islam sebagai pelakunya, sementara belum ada penyelidikan berkaitan dengan kejadian tersebut. Tuduhan tersebut hanya didasarkan pada terbitan majalah tersebut yang menamilkan karikatur Nabi Muhammad saw, yang diangapanya menjadi pemicu kelompok Islam yang tidak paham tentang agama mereka sendiri. Padahal menurutnya karikatur tersebut merupakan gambaran sederhana tentang keinginan pemberlakuan syariat Islam di Libya sepeningal diktator Muammar Khaddafi.


Seperti diberitakan di Tempo interaktif bahwa pernyataan Perdana menteri Fillon bahwa disinilah letak kebebasan berekspresi di negara Francis, sesungguhnya perlu mendapat respon positif, bahwa kebebasan berekspresi juga sangat dihargai dalam dunia Islam tetapi sepanjang tidak memiliki imbas negatif atau melanggar hak pribadi atau kelompok teretentu. Siapapun boleh berekspresi tetatpi jangan melnggar privasi orang lain. Bagaimana jika si Fillon saya buatkan karikatur dalam keadaan telanjang smabil menegak minuman keras ditambah dikelilingi wanita cantik. Bagaimana Fillon bisa menerima hal tersebut.

Disamping itu pernyataan pimpinan redaksi tentang keinginan positifnya untuk menyebarkan informasintentang penegakan syariat Islam memang benar, persoalannya adalah, penyebaran informasi itu tidak oerlu dengan menampilkan karikatur Muhammad. yang dalam dunia Islam merupakan hal yang sangat dilarang.

Saya kira raksi umat Islam menjadi sangat wajar, karena merasa hak hak privasi dalam beragama sudah dilanggar. 

0 comments:

Posting Komentar