Marga dalam masyarakat Cina

Sistem Marga dalam masyarakat Cina dikembangkan didaerah propinsi bagian Tenggara seperti Fukien, Kwantung, Kuangsi dan Kiansi. Hal ini dapat diketahui karena banyaknya pedesaan baikdi Cina Selatan maupun utara dimana hampir semua orang mempunyai nama keluarga yang sama. Nama-nama keluarga di Cina sekitar 500 buah nama. Akan tetapi tidak menjadi jaminan bahwa semua yang mempunyai nama keluarga yang sama akan saling mengenal dan mudah melakukan hubungan. Akan tetapi jika telah mengetahui bahwa mereka mempunyai nama keluarga yang sama maka mereka tidak boleh menikah dan  dan harus saling membantu satu sama lain.
 
Suatu desa secara kuatitatif akan mempunyai istri dari nama keluarga yang berbeda dan rata-rata dari keluarga yang dekat dengan daerah mereka. Pada saat kematian anggota marga akan memberikan sumbangan  dana upacara , termasuk bebrbagai macam aktivitas marga menjadi tanggung jawab marga yang bersangkutan. Seperti bertanggung jawab pada bidang pendidikan, mengawasi pelanggaran hukum dan sebagainya.
 
Sifat yang muncul juga adalah nepotisme yang tinggi karena mendahulukan anggota marga tertentu. Akan tetapi dalam hal urusan rumah tanggga, marga tidak boleh turut campur  terhadap anggotanya. Kepentingan marga terletak diluar keluarga.
 
Inti marga Cina hampir mendekati bentuk ideal, jaringan simetris sanak kedukaan atau tingkatan kedukaan yaitu orang yang terpenting  untuk kepentingan berduka cita yaitu:
  1. turunan seorang laki-laki yang langsung dari buyutmnya
  2. Keturunan seorang laki-laki samappi pada cicitnya
  3. Sanak keturunan 4 tingkatan dari orang tersebut pada generasinya 3 dari ayah  dan anaklaki-laki, dua dari kakek dan cucunya dan satu dari buyut dan cicitnya.

0 comments:

Posting Komentar