SARA (Suku, Agama dan Ras)

Sara adalah merupakan singkatan dari Suku agama dan Ras antar Golongan. Ketiga hal tersebut adalah merupakan issu penting jika dikaitakan dengan peristiwa pertentangan dan konflik dalam masyarakat. Dalam suatutatanan sosial masyarakat perbedaan antara suku ras dan Agama sangatlah majemuk dan beragam. keberangaman tersebut sesungguhnya menjadi salah satu kekayaan tersendiri yag dimiliki oleh negara Republik Indonesia.

Disis lain isu Sara terkadang mendatangkan damapk negatif dan bahkan berdampak pada terjadinya pertentangan dan konflik yng berkepanjangan yang justru merugikan dan bahkan mengahambat laju pembangunan. Secara khusus terdapatnya perbedaan Suku di Indonesia disebabkan oleh karena  indonesia adalahmerupakan negara yang tersdiri dari beberapa pulau yang memiliki karakter masyarakat, kebudayaan, kebiasaan, adat istiadat dan kepercayaan yang berbeda. Kemajemukan tersebut yang menjadi ciri khas dari negara kesatuan Republik Indonesia. Dalam konteks wawasan Nusantara keterpaduan dan persatuan yang terjalin menjadi wawasan nusantara mejadi kebanggaan tersendiri. Di Indonesia terdapat Sukusuku diantaranya Bugis, Makasar, Menado, Jawa, Sunda, Batak dan sebagainya.

Selain kemajemukan suku tersebut dengan karakteristik yang berbeda juga terdapat kemajemukan dan perbedaan kepercayaan yang dianut oleh maisng-masing kelompok atau suku tertentu. Di indonesia terdapat lima Macam Agama yang diakui diantaranya Islam, Kristen Katolik, Protestan, Hindu dan Bundha, dan terdapat beberapa jenis aliran kepercayaan yang dapat dijalankan oleh pemeluknya di Negara Republik Indonesia.

Disampin g memiliki dampak positif dari kemajemukan tersebut, disisi lain sesungguhnya sangat rentan untuk terjadi konflik pertentangan antara suku, Agama dan ras. Komplik tersebut harus di eliminir seminimal mungkin agar tidak terjadi konflik yang berkepanjangan. akan tetapi dari keberagaman

tersebut sejarah telah membuktikanbahwa telah terjadi pertentangan dan konflik yang berkepanjangan yang dilatar belakangi oleh isu sara.

Di Indonesia konflik yag terjadi lebih didominasi oleh latar belakang RAS. Rasialisme yang terjadi di indonesia sesunguhnya adalah merupakan konflik yang terjadi yang selama ini terpendam dan tidak bergejolak sebagai akibat dari kebijakan pemerintah Orde Baru dan Orde lama. Pertentangan dan konflik RAS di Indonesia terjadi antara kelompok pribumi dengan kelompok minoritas Etnnis Cina.

RAS sesungguhnya adalah merupakan perbedan yang muncul sebagai akibat dari perbedaan ciri-ciri khas dari kelompok tertentu. “Race is natural group of men displaying a particulary set of comon hereadity physical characteristic” (H.E. Vallois) bahwa atas dasar kekahasan ciri-ciri fisik ini, timbul doktrin yang mengajarkan dan kemudian dipropagandakan bahwa tipe-tipe fisik tertentu yang akan melahirkan kebudayaan, dengan kata lain perbedaan kebudayaan muncul  karena didasarkan pada ciri-ciri  khas jasmani  yang terikat pada kelompok-kelompok mausia tertentu.

Pandangan semacam ini timbul pada masa negara-negara di Eropa mengadakan ekspansi politik dan penjajahan keseluruh dunia. Dengan dasar gagasan ini pula orang Eropa merasa berkepentingan dan memiliki kewajiban moral untuk “membela kepentingan” orang-orang  diluar Eropa. Sehubungan dengan gagasan rasial ini, dikenal nama-nama Count Arthur de Gobinead dan Houston Steward Chamberlain.

Untuk mempertahankan kaum  aristokrat terhadap ronrongan liberalisme dan demokrasi yang muncul di Eropa pada abad ke 19 De Gobineau mengatakan bahwa kaum aristokrat berasal dari keturunan yang lebih tinggi dengan warna darah yang tiodak sama seperti yang mengalir dalam tubuh orang kebanyakan atau orang awam. Karena itu mereka harus dipertahankan  untuk menjalankan fungsi mereka yaitu memerintah  dan menciptakan kebudayaan.

Golongan Aristokrat dikatakan berasal dari keturunan Arya, sebagai kasta tertinggi. Rasisme yang diekembangkan  oleh De Gobineau dan Chamberlain kemudian muncul dalam bentuk ekstrim  seperti anti semitisme yang dalam masa jayanya Hitler dan National Sozialistische Partei (NAZI) telah menghabiskan nyawa  jutaan orang  Yahudi dalam kamp-kamp konsentrasi di Jerman beberpa Dasawarsa yang telah lampau. Dengan latar belakang yang sama politik aparteid dikembangkan serta dipertahankan secara brutal di Afrika Selatan hingga kini.

Dapat dikemukakan berbagai faktor yang menjadi pendoorong terjadinya pertentangan rasial ekstrim tersebut. akan tetapi salah satu dari faktor tersebut  adalah disebabkan oleh latar bekang sosial ekonomi. Orang yahudi di Eropa terkenal ulet dalam berusaha. Mereka menguasai bank-bank dan usaha-usaha vital bagi ekonommi di Jerman pada waktu itu. Mereka bukan tergolong warga kelas satu karena bukan dari keturunan darah murni ARIA, walaupun sudah turun temurun bertumpah darah  dan berabak pinak di Jerman. disatu sis penguasaan tingkat ekonomi mereka tidak kemudian menjadi ukuran dalam memnempati strata sosial dimasyarakat Jerman pada Waktuitu. oleh karena pengeuasaan kegiatan Ekonomi berada ditangan Yahudi sementara disisi lain Jerman membutuhkan iaya dan dana yang tidak kecil untukmmebangun negaranya sehingga mereka dengan serta merta berupaya untuk menghancurkan masyarakat Yahudi kemudian merebut harta kekayaan mereka untuk dijadikan penopang dana dalamproses pembangunan negaranya.

0 comments:

Posting Komentar