Tanah Haram Tempatku bersujud

ada wajah suci bercahaya
tunduk khusyu pada kebenaran
iman telah terpatri dalam dada
tak henti menunggu ridho-Nya

air mata perlahan menetes membasahi bumi
isak tangis pilu menegakkan bulu kuduk
ketakutan menyergap hingga badan gemetar
menunggu ampunan dari-Nya

tak ada jabatan besertanya
tak juga harta menyelimutinya
hanya selembar kain ihram putih
menyelimuti tubuhnya

Bibir terbata-bata mengucap Asma Allah
berkumandang silih berganti
Menyambut panggilan Allah
di Tanah Haram tempatku bersujud

Allahumma labbaik
Labbaika Laa Syariikalaka Labbaik
Innal Hamda, wa Ni'mata Laka Wal Mulk
Kusambut panggilan-Mu yaa Allah.

Dalam harap aku bertemu
dan menyatu dengan-Mu

by Uak Sena on Friday,
October 28, 2011 at 2:35pm

0 comments:

Posting Komentar