Mengajar dan belajar

MEngajar dan belajar adalah dua kegiatan yang dilakukan oleh gur dan siswa. Guru mengajar dan siswa belajar, akan tetapi efektifitas keduanya jika dapat kedua-duanya aktif secara bersamaan dalam suatu interaksi timbal balik. Nah itulah yang dimaksud dengan belajar mengajar yang efektif.
untuk mewujudkan hal tersebut, guru harus memiliki kemampuan profesional sebagai penanggung jawab kegiatan pembelajaran. Guru yang professional akan bekerja melaksanakan fungsi dan tujuan sekolah, khususnya dan tujuan pendidikan umumnya, sudah barang tentu memiliki kemampuan sesuai dengan tuntutan. Sebagai indicator, guru dinilai mampu secara profesional apabila guru tersebut mengembangkan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya, guru tersebut mampu bekerja dalam usaha mencapai tujuan pendidikan disekolah, guru tersebut mampu melaksanakan perannya sdalam proses belajar-mengajar di kelas.
Berdasarkan kompotensi dasar yang harus dimiliki oleh guru tersebut maka sesungguhnya guru harus memiliki kompotensi minimal selain sebagai guru, juga sebagai anggota masyarakat dan sekaligus sebagai warga negara yang baik. Akan tetapi kompotensi utama yang harus dimiliki oleh guru adalah  kemampuan guru untuk membelajarkan peserta didik, yang berarti bahwa guru harus memiliki beragam kamampuan dasar untuk dapat membelajarkan anak didik yang dihadapinya.

Salah satu komponen yang turut mempengaruhi keberhasilan guru dalam kegiatan pembelajaran adalah kemampuan guru dalam memilih dan menetapkan pendekatan pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah pendekatan pembelajaran dengan menggunakan prisip pembelajaran aktif kreatif dan menyenangkan (PAKEM). Pembelajaran yang dilakukan dengan model pakem diharapkan dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran yang diharapkan akan bermuara pada peningkatan prestasi belajar siswa.

Penggunaan metode yang tepat dalam kegiatan belajar mengajar akan menyebabkan siswa aktif terlibat dalam kegiatan pembelajran.  Kegiatan belajar mengajar dituntut agar antara guru dan siswa terjadi interaksi yang efektif. Menurut  Rohani (2004) pengajaran yang ditandai dengan keaktifan guru sementara siswa pasif disebut mengajar, sedangkan jika peserta didik yang aktif tanpa melibatkan keaktifan guru maka disebut belajar. Oleh karena itu kegiatan pembelajaran perlu ada keaktifan antara guru dengan siswa. Jadi pengajaran adalah merupakan perpaduan aktiitas antara mengajar dan belajar.

Hal tersebut yang menandai perlunya siswa aktif melakukan kegiatan pada saat mengikuti proses belajar mengajar. Jika dalam kegiatan pembelajaran siswa tidak aktif, maka kegiatan pembelajaran tersebut tidak akan berlangsung dengan lancar dan akibatnya siswa tidak mampu mengusai materi yang disampikan guru dalam kegiatan pembeljaran.

Untuk itu perlu dilakukan pendekatan pembelajaran dimana siswa melalui kegiatan pembelajarn dapat terlibat langsung dalam kegiatan pembelajaran. Keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran menjadi dasar pokok keberhasilan aktivitas  belajar mengajar. Belajar yang berhasil mesti melalui berbagai macam aktivitas  baik aktivitas fisik maupun aktivitas psikis (Rohani, 2004) Konsep tersebut menjadi prinsip dasar belajar yang menganut prinsip aktivitas, dimana kegiatan belajar adalah merupakan suatu bentuk aktivitas  fisik dan psikis seseorang terhadap lingungannya.

0 comments:

Posting Komentar