Deritakah ini..?

Deritakah ini..?
Deritakah ini..?
deritakah sedang menggelinding dalam benak
seperti aliran air bah yang menghalau semuanya
akar pohon tercabut meski kokoh menancap bumi
seperti tak punya daya dan lalu hanyut begitu saja

arus deras menghantam bebatuan
kokoh tapi retak juga akhirnya
bahkan lumut yang menyelimutinya hingga hangat suatu ketika
juga terkikis habis dan tak tersisa

delapan ratus depa sudah meninggalkan jarak
tak lagi terhingga seperti semut yang hijrah bersama tuannya
tak ada harap akan kembali pada tempatnya semula
lalu putus asa mendera melengkapkan derita

inikah derita yang kau semat utuh 
hingga tak lagi kukenali bintang dan rembulan itu indah
tertutup awan tangisan yang menderu-deru
tumpah ruah begitu saja dan tak terkendali

cinta mana yang kau sebut cinta dulu
mengorbankan seluruh derajatmu pada cinta yang kupunya
lalu begitusaja raib dan hilang
dan engkaupun menjadikan amarah bekalmu pergi

0 comments:

Posting Komentar