Kesuksesan dan Penderitaan: Refleksi atas Masa Lalu

Kesuksesan dan Penderitaan: Refleksi atas Masa Lalu
Kesuksesan dan Penderitaan: Refleksi atas Masa Lalu
Sepertinya banyak hal yang perlu mendapat perhatian yang lebih berkaitan dengan keadaan atau kondisi masa lalu. Karena ada kecenderungan bahwa setiap kita lebih memperhatikan sesuatu yang berkapasitas besar, tanpa sengaja melupakan hal-hal kecil. Sementara hal besar atau kecil merupakan variabel yang bersama-sama mempengaruhi kehidupan kita. Mungkin menjadi lumrah jika karena seseorang sudah dapat memperoleh kendaraan mewah, lalu melupakan bahwa masih ada kendaraan sederhana dengan harga yang tidak selangit butuh perhatian dan perawatan. Kebanyakan dari kita melupakan bagaimana sulitnya menempuh jarak tertentu dengan angkutan kota ketimbang dengan menggunakan kendaraan pribadi. Dan bahkan terkadang telah banyak melupakan bagaimana sulitnya menempuh perjalan dengan berjalan kaki setelah kita memanfaatkan kendaraan.
Dalam keadaan ini, sepertinya perenungan atas kenangan-kenangan pahit dan manis masih perlu tetap terjaga dengan baik. Bagimanapun juga semua kenangan yang telah lampau adalah merupakan bahagian penting dari rangkaian sejarah hidup kita (uaksena)
Refleksi atas peristiwa masa lampau akan memberikan kita beragam pelajaran berharga yang tetap akan berlaku dan bermanfaat untuk tetap bertahan dalam menghadapi setiap tantangan hidup, meskipun dia lahir dalam bentukan paradigma baru. Bagaimana menjadikan pengalaman masa lalu sebaai sebuah pelajaran berharga yang tidak boleh kita nafikan sama sekali. Ketika kita sedang menikmati kebahagiaan, hendaklah jangan sesekali melupakan bagaimana penderitaan yang juga pernah kita rasakan sehingga hal ini akan menjadikan kita tidak lupa diri pada saat kita bahagia. Dalam keadaan kenyang hendaklah jangan melupakan saat saat dimana kita merasakan kelaparan, hingga mengajarkan kita untuk senantiasa tidak bersikap berlebih-lebihan. Atau sesekali jangan kita melupakan kematian, jika sekarang kita masih dapat bernafas (hidup) atau minimal menasehati diri dengan kematian.

Alangkah luarbiasanya pengalaman masa lalu kita memberi pelajaran berharga bagaimana menjalani hidup dengan lebih baik. Lalu membentuk tipologi dan karakter kepribadian yang lebih matang dan lebih baik. teringat status teman di Sosmed "Lupakanma saya kan masa laluji" sepertinya sangat sederhana, sedikit nyeleneh, tetapi sebenarnya jika kita ingin mengkajinya secara lebih mendalam hal tersebut tidak seluruhnya benar. Bahwa masa lalu adalah merupakan bagian penting dari keadaan kita sekarang ini.
Kebanyakan orang menganggap penderitaan masa lalu bukan bagian penting dari kesuksesan masa sekarang, padahal kesuksesan masa sekarang turut serta dipengaruhi penderitaan masa lalu (uaksena)
 Jika pun pada akhirnya seseorang merasakan bahwa dirinya telah mencapai kesuksesan (ukurannya mungkin akan berbeda tentang kesuksesan seseorang), maka paling tidak setiap dari kita tidak boleh menganggap bahwa semua pengalaman dan peristiwa buruk diatara sekian banyak peristiwa masa lampau tidak menjadi bagian penting dari kesuksesan yang dicapai masa kini.


2 comments:

Posting Komentar